Akibat Sanksi FIFA, Timnas Indonesia Dicoret Dari 6 Turnamen Internasional

155
views
Logo PSSI
Logo PSSI

Efek buruk akibat sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada PSSI terkait campur tangan pemerintah melalui tangan Kemenpora dalam menangani PSSI dan kemudian dilanjutkan dengan pembekuan lembaga tertinggi sepak bola Indonesia tersebut akhirnya telah tiba.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi telah mencoret Indonesia dari enam turnamen internasional.
Satu-satunya turnamen internasional yang selamat dari sanksi FIFA adalah SEA GAmes 2015 di Singapura yang sedang berlansung saat ini dan pada pertandingan pertamanya, Timnas Indonesia U-23 dibantai 4-2 oleh Timnas Myanmar.

Berikut ini enam turnamen yang tidak boleh diikuti oleh Timnas Indonesia akibat sanksi FIFA:

Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019
Indonesia yang tergabung di Grup F Kualifikasi Bersama putaran kedua untuk dua kejuaraan ini. Akibat sanksi FIFA, seluruh jadwal Indonesia pada Juni 2015 melawan Taiwan dan Irak, dibatalkan.

Kualifikasi AFC U-16 dan AFC U-19
Indonesia dicoret dari daftar undian yang bakal berlangsung pada Jumat (5/6/2015).

Turnamen Regional Wanita AFC U-14
Indonesia dicoret dari Grup A..

Turnamen Futsal Wanita AFC 2015
Indonesia dikeluarkan dari daftar peserta.

Kualifikasi Futsal AFC 2016 (Zona ASEAN – Turnamen Futsal AFF)
Indonesia sebenarnya didaulat sebagai tuan rumah babak kualifikasi. Namun, akibat larangan ini, Indonesia dikabarkan telah diminta AFF untuk menunjuk tuan rumah pengganti.

Piala AFC 2015
Dua klub Indonesia yang lolos ke babak 16-besar, Persib Bandung dan Persipura Jayapura, dipastikan tak bisa melanjutkan kiprahnya. Persib kalah 0-2 dari Kitchee SC pada 16 besar, sementara Persipura gagal menggelar laga melawan Pahang FA karena muncul polemik visa tiga pemain Pahang FA.

Pengembangan
Indonesia dipastikan tidak bisa mendapatkan program pengembangan dari AFC dan FIFA yang meliputi kursus kepelatihan dan seminar, seperti kepelatihan Lisensi C yang diikuti Firman Utina di Sawangan, Depok.

Sanksi FIFA telah dijatuhkan dan pihak pemerintah Indonesia pun bersikeras tidak akan mencabut surat pembekuan PSSI dengan dalih bahwa inilah saat yang tepat untuk memperbaiki PSSI.