Operator Seluler di Indonesia Dinilai Terlalu Banyak

113
views
BTS

Operator seluler di Indonesia yang mencapai sepuluh operator seluler dinilai terlalu banyak, hal ini menyebabkan pada pemborosan sumber daya frekuensi dan blok penomoran.

BTS

Jika sepuluh operator seluler di Indonesia dinilai terlalu banyak, lantas berapakah jumlah ideal operator di Indonesia?

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), jumlah ideal operator seluler di Indonesia adalah empat, sedangkan saat ini ada sepuluh yang terdiri dari Telkomsel, Telkom, Indosat, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, Axis Telekom Indonesia, Smart Telecom dan Mobile-8 Telecom (Smartfren), Sampoerna Telecom, serta Bakrie Telecom.

Empat operator ideal menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo, Budi Setiawan kepada Detik-i Net mengatakan “Idealnya jumlah operator GSM cukup tiga saja, sementara CDMA cukup satu. Buat apa banyak-banyak,”

Perkembangan dunia seluler Indonesia memang cukup pesat mencapai 31,9% pada periode waktu 2006-2010, dengan jumlah penyelenggara telekomunikasi terbanyak di dunia, yang menempatkan Indonesia pada posisi keempat Asia setelah China, Jepang, dan India