Review Film The Wolf of Wall Street

153
views

Dari judul namanya yang ada Wall Street-nya, sahabat Mampoo pasti sudah bisa menebak garis besar cerita yang ada di film The Wolf of Wall Street ini.

Yap, benar, film yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio, Jonah Hill dan Margot Robbie yang dirilis pada bulan Desember 2013 lalu ini bercerita tentang true story kehidupan seorang pialang saham yang bernama Jordan Belfort (diperankan oleh Leonardo Di Caprio).

The.Wolf of Wall Street
Gaya Jordan Belfort di awal karirnya di Wall Street

Awal karir Jordan Belfort tidaklah berjalan langsung dengan mulus. Mengawali karir di sebuah perusahaan saham, Jordan Belfort mendapatkan pelajaran yang sangat berharga di perusahaan tersebut.
Awal perdagangannya sebagai broker dengan bersertifikat di wall street justru membuat karirnya langsung jatuh. Tanpa ampun hari yang dikenal sebagai Black Monday membuat harga saham di Wall Street meluncur drastis tak terkendali, dan saham yang diperdagangkan broker muda berusia 22 tahun dengan satu istri ini jatuh tersungkur. Kasus ini membuat Jordan Belfort harus pensiun dini di awal karirnya.

Istrinya yang setia Teresa Petrillo (diperankan Crisin Millioti) memberinya semangat dengan mencari lowongan kerja pialang saham di sebuah koran.
Di perusahaan barunya yang memperdagangkan saham-saham gorengan ini, Jordan mendapatkan komisi 50% di setiap lembar saham yang dijualnya, dan dia sukses menjual saham perusahaan rintisan yang bernama Aerotyne.
Kesuksesannya menjual saham Aerotyne ini diikuti dengan kesuksesan menjual saham-saham gorengan yang lain, hingga dalam waktu satu bulan Jordan Belfort memiliki penghasilan sebesar USD $ 72 ribu.

The.Wolf of Wall Street
Jordan Belfort bertemu dengan Danny, cikal bakal berdirinya perusahaannya

Kehidupannya kemudian berubah drastis setelah bertemu dengan Donnie. Bersama Donnie, Jordan kemudian mengumpulkan teman-temannya yang bernama Robbie Feinberg (Brian Sacca), Alden Kupferberg (Henry Zebrowski), Chester Ming (Kenneth Choi), Nicky Koskoff (PJ Byrne), dan Brad (Jon Bernthal) untuk mendirikan perusahaan pialang saham. Hebatnya, orang-orang yang direkrut oleh Jordan ini bukanlah orang-orang pintar, alih-alih pintar dalam dunia perdagangan saham. Jordan mengumpulkan teman-temannya tersebut karena Jordan tahu bahwa niat teman-temannya tersebut sama dengan dirinya, yaitu menjadi kaya raya.

Singkat cerita perusahaan bernama Stratton Oakmont’s tersebut berhasil menarik minat para klien untuk membeli saham – saham bluechips yang mereka tawarkan. Perkembangan perusahaan yang dipimpin Jordan ini berjalan sangat cepat, hingga majalah bisnis Forbes mewawancarai dirinya dan kemudian Forbes menjuluki Jordan Belfort sebagai seorang The Wolf of Wall Street.
Perkembangan perusahaan Jordan yang pesat membuat kehidupannya pun menjadi “gila”. Wanita, pesta, narkoba adalah kehidupannya sehari-hari sampai akhirnya ia pun harus bercerai dengan istri pertamanya setelah Jordan ketahuan berselingkuh dengan Naomi. Jordan akhirnya menikahi Naomi dan dikarunia seorang anak perempuan.

The.Wolf of Wall Street
Pertemuan pertama Jordan Belfort dengan Naomi calon istrinya yang kedua di sebuah pesta

Perkembangan perusahaan Jordan yang pesat juga menarik perhatian FBI. Biro Penyidik Federal tersebut mempunyai keyakinan bahwa perusahan Stratton ini bermain kotor, seperti penggelapan pajak, mempermainkan harga saham, menipu klien dan lain – lain.
Jordan pun akhirnya “mengungsikan” sebagian kekayaannnya ke sebuah bank di luar negeri, Bank Swiss. Walaupun cara ini tak sepenuhnya berhasil.

Jordan akhirnya harus merelakan dirinya dipenjara selama 36 bulan oleh FBI, dan ia pun kehilangan istri dan hak asuh dua anaknya setelah istrinya menggugat cerai.

Film ini memiliki pesan cerita yang cukup menarik jika sahabat Mampoo ingin menjadi orang kaya.

Yang pertama adalah membuat sebuah impian dan kemudian mewujudkan impian bersama orang-orang yang memiliki semangat yang sama.

Yang kedua adalah loyalitas teman-teman yang juga bisa dikatakan sebagai loyalitas tim dalam membangun sebuah perusahaan yang kuat.

Yang ketiga adalah peranan seoarang pendamping hidup (istri). Tanpa satan istri pertamanya yang menyarankan Jordan Belfort mencari pekerjaan menjadi pialang saham lagi, tentu jalan cerita kehidupannya akan berbeda.

Yang keempat, tentu saja semakin kaya, semakin di atas roda kehidupan seseorang, akan semakin besar angin yang bertiup kepadanya. Godaan hidup akan semakin besar.

BTW, film The Wolf of Wall Street yang bercerita tentang kehidupan nyata seorang pialang saham yang bernama Jordan Belfort ini memiliki rating 21+. Artinya di dalam film ini banyak adegan dewasa, adegan seks yang tidak cocok ditonton oleh anak berusia di bawah umur 21.

Foto-foto kejadian menarik di Film The Wolf of Wall Street