Black Box Lion Air JT 610 Belum Ditemukan, KRI Rigel Diperbantukan

28
views
Boeing Lion Air
Pesawat Boeing Lion Air. Sumber: Boeing.com

Meskipun black box Lion Air JT 610 belum berhasil ditemukan oleh Basarnas, namun keberadaan black box JT 610 yang jatuh dengan membawa 188 penumpang di perairan Karawang, Jawa Barat pada tanggal 29 Oktober 2018 tersebut telah berhasil dilacak.

Seperti yang dilansir oleh CNNIndonesia.com (29/10/2018), Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengaku telah berhasil memonitor keberadaan black box Lion Air JT 610 tersebut.

“Sampai saat ini belum ditemukan untuk black-boxnya ya. Tetapi dari alat kami sudah memonitor lokasinya, sudah ada,”.

Dalam pencarian black box Lion Air JT 610, Basarnas dibantu oleh kapal KRI Rigel yang memiliki perlengkapan bawah laut cukup canggih untuk mencari black box dan badan pesawat.

KRI Rigel akan menggunakan Multibeam Echosounder EM2040 dan Side Scan Sonar. Teknologi tersebut untuk mencitrakan badan pesawat dan High Precision Acoustic Positioning (HIPAP) dengan Frekuensi A dan B.

KRI Rigel adalah kapal perang canggih dan modern

Seperti yang dilansir oleh detik.com (30/10/2018), KRI Rigel adalah jenis kapal perang canggih yang dimiliki oleh Indonesia.

KRI Rigel yang merupakan kapal bantu Hidro-oseanografi berjenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) yang dikomandoi oleh Letkol Laut (P) Agus Triyana. Kapal TNI AL.

Kapal perang canggih ini telah dilengkapi dengan peralatan canggih seperti Side Scan Sonar, Boat Sounding, Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), serta Gravity Cores.

Kelebihan lainnya adalah, kapal perang buatan pabrik OCEA, Prancis ini memiliki robot dalam air yang bisa mengambil sampel, serta memiliki kamera yang bekerja otomatis.

Alasan lain dari diterjunkannya KRI Rigel untuk mencari black box Lion Air JT 610 ini juga adalah karena kapal perang milik TNI Angkatan Laut ini memiliki peralatan AUV (Autonumous Underwater Vehicle) yang berfungsi untuk melakukan pemetaan bawah air hingga kedalaman 1.000 meter.

KRI Rigel-933 dibeli oleh TNI AL dari pemerintah Prancis dengan mahar Rp564 miliar. Kapal ini mampu menampung 40 orang awak dan 11 peneliti.