Delivery Pakai Drone Jadi Trend E-commerce, Bagaimana dengan Indonesia?

e-commerce asal Cina, JD.com, telah berhasil mengantar pesanan kepada pelanggan menggunakan drone.Lho, bagaimana ceritanya? Yang pasti, drone delivery akan menjadi trend

26
views
Drone
Drone

E-commerce asal Cina, JD.com, baru-baru ini mengantar pesanan menggunakan drone. Bagaimana dengan Indonesia? Sebelum kamu ikut-ikutan, ketahui dulu aturannya!

Indonesia dengan jumlah penduduk yang super besar menjadi sasaran empuk perusahaan e-commerce alias tokoonline. Dilansir dari aseanup.com, hingga 12 Juni 2018 ada 132,7 juta rakyat Indonesia yang aktif memakai internet! Baik e-commerce lokal maupun asing, semuanya berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dengan melakukan berbagai promo dan inovasi.

Nah, e-commerce asal Cina, JD.com, telah berhasil mengantar pesanan kepada pelanggan menggunakan drone.Lho, bagaimana ceritanya? Yang pasti, drone delivery akan menjadi trend di dunia e-commerce!

Pengiriman pertama dengan drone ini dilakukan oleh JD.com satu hari setelah promo diskon pertengahan tahun mereka. Drone tersebut berlepas dari kota Xi’an sambil membawa paket sebesar ukuran bola sepakbola ke daerah pegunungan. Ternyata, e-commerce Cina ini memiliki empat puluh drone yang siap beraksi! Drone-dronetersebut hanya digunakan untuk pengantaran ke daerah-daerah terpencil untuk memangkas ongkos pengiriman dan waktu. Handphone dan makanan adalah contoh barang yang biasanya diantar oleh drone e-commercetersebut.

Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Tampaknya Indonesia bisa mencontoh Cina yang telah menetapkan undang-undang mengenai penggunaan drone oleh e-commerce untuk delivery. Sejak tahun lalu, Administrasi Penerbangan Sipil Cina (CAAC) meluluskan permohonan JD.com dan SF Holding Co, perusahaan pengiriman ekspres tercepat di Cina, untuk memakai drone dalam pengiriman barang ke beberapa daerah terpencil. Yang lebih ciamik lagi, e-commerce Cina tersebut boleh memakai drone berukuran besar atau kecil!

Cina mampu menetapkan undang-undang ini karena negara tersebut sangat maju di bidang teknologi drone.Alasan lainnya adalah karena jutaan penduduk mereka yang tinggal di daerah super terpencil, bahkan tidak bisa dijangkau oleh truk! Hingga akhir 2017, ada lebih dari 590 juta daerah terpencil yang ada di Cina.

Menurut Cui Zheng, manager JD.com yang memantau proyek drone delivery, mereka ingin memberi kesempatan kepada penduduk yang tinggal di daerah tersebut untuk berbelanja online. Drone delivery memungkinkan JD.com mematok harga yang sama sehingga menguntungkan kedua belah pihak.

Melihat kesuksesan drone delivery di Cina, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk dan daerah terpencil yang tak kalah banyak tentu bisa melangsungkan hal serupa. Jika undang-undang untuk drone deliveryrampung, e-commerce Indonesia akan lebih maju dan meraih untung besar. Hingga saat ini, Peraturan Mentri No.90 Tahun 2015 hanya membahas regulasi umum dari pemakaian drone. Peraturan tersebut adalah:

Ada tiga area dimana drone tidak diijinkan terbang, yaitu:

Kawasan Udara Terlarang (prohibited area) – kawasan udara yang tidak boleh dilewati oleh pesawat udara apapun
Kawasan Udara Terbatas (restricted area) – kawasan udara yang hanya boleh digunakan untuk kepentingan negara, bukan sipil

Kawasan Keselamata Operasi Penerbangan (KKOP) – kawasan sekitar bandar udara yang dipakai untuk kegiatan penerbangan

Dari segi jalur udara, drone juga tidak diijinkan terbang di controlled airspace (jalur udara yang dipakai untuk pelayanan penerbangan) dan uncontrolled airspace di atas 150 meter (area dimana drone tidak diijinkan terbang di atas 150 meter).

Berita Terkait
  • Rekam Video Mendarat, Pilot Drone Ini Ditangkap Polisi
  • Serunya Aksi Balap Drone
  • Drone Mini Ini Hanya Dijual Rp 400 Ribuan