Buku nikah suami istri jadi syarat legalisir buku nikah di KUA
Buku nikah suami istri jadi syarat legalisir buku nikah di KUA

Bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak yang baru lahir, legalisir buku nikah adalah salah satu syarat mutlak yang harus dilakukan.

Tetapi bagi yang belum menikah atau yang belum memiliki tentu akan bertanya-tanya, kenapa butuh legalisir buku nikah, yang notabene buku nikah tersebut telah dikeluarkan oleh negara yang bisa dipastikan 99,99% keasliannya.

Bagi yang belum tahu apa kegunaan legalisir buku nikah, legalisir buku nikah diperlukan sebagai salah satu syarat administrasi untuk mengurus akta kelahiran anak.

Tanpa adanya legalisir buku nikah ini, pihak Dinas Kependudukan setempat akan menolak melayani permohonan penerbitan akte kelahiran yang diminta oleh warganya.

Baiklah, Mampoo akan sedikit bercerita mengenai cara mengurus legalisir buku nikah mulai dari awal sampai selesai.

Fotocopy Buku Nikah

Sebelum memutuskan untuk datang ke KUA (Kantor Urusan Agama) tempat domisili sahabat Mampoo, ada baiknya sahabat Mampoo mem-fotocopy buku nikah suami dan istri.

Untuk jumlah berapa banyak fotocopy nya, petugas KUA menyarankan jika buku nikah difotocopy sebanyak lima lembar.

Materai

Jika sahabat mampoo meminta legalisir buku nikah bukan di tempat sahabat Mampoo melakukan pernikahan, maka petugas KUA tempat domisili sahabat Mampoo akan meminta materai enam ribu sebanyak dua lembar.

Kedua materai ini akan dilekatkan di surat pernyataan dan yang akan ditandatangani oleh sahabat Mampoo.

Isi surat pernyataan ini sendiri hanya seputar mengenai pernyataan sahabat Mampoo yang ditulis dalam surat tersebut adalah benar adanya.

Datang ke KUA

Sebelum berangkat ke KUA, sahabat Mampoo wajib mengecek terlebih dahulu dokumen-dokumen yang akan dibawa.

Sebagai persyaratan utama legalisir buku nikah, KUA mewajibkan:
1. Buku Nikah Suami dan Istri Asli
2. Fotocopy buku nikah sebanyak lima lembar

Kedua syarat tersebut berlaku jika KUA tersebut adalah KUA yang mengurus atau tempat sahabat Mampoo melakukan pernikahan.

Jika tidak, maka sahabat Mampoo perlu membawa surat-surat pendukung lainnya yaitu:
1. Buku Nikah Suami dan Istri Asli
2. Fotocopy buku nikah (5 lembar)
3. Materai (2 lembar)
4. Fotocopy KTP Suami dan istri masing-masing 1 lembar
5. Fotocopy KK terbaru 1 lembar.
KK terbaru ini maksudnya adalah nama adik bayi yang baru lahir boleh telah dimasukkan.
6. Surat pernyataan dari KUA

Khusus jika sahabat Mampoo mendatangi KUA yang bukan penerbit buku nikah sahabat Mampoo, maka sahabat Mampoo juga perlu menyediakan sebuah handphone dan pulsa yang akan dipergunakan oleh petugas KUA untuk melakukan verifikasi data ke KUA yang menerbitkan buku nikah sahabat Mampoo.

Disinilah sebenarnya Mampoo merasa janggal. Sebuah instansi negara harus meminjam telepon kewarganya untuk melakukan proses verifikasi data.

Terlebih lagi saat ini sebenarnya proses verifikasi data ini seharusnya sudah bisa dilakukan dengan metode online. Data akan didapat secara cepat dan real time.

Berbeda ketika melakukan proses verifikasi melalui telepon, yang masih harus menunggu 5-10 menit kemudian agar dapat mengetahui data pemohon legalisir adalah benar.

So untuk Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia, come on, ayo, sudah saatnya Anda menggunakan cara yang lebih canggih dan efisien saat melakukan proses verifikasi data untuk kepentingan legalisir buku nikah. Dan jangan pertahankan metode lawas yang malah memperlambat kinerja anda sendiri.