Premi Sawit dari Unit Bisnis Royal Golden Eagle Untuk Petani

33
views
Premi Sawit dari Unit Bisnis Royal Golden Eagle Untuk Petani
Premi Sawit dari Unit Bisnis Royal Golden Eagle Untuk Petani

Asian Agri adalah salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle (RGE) yang bergerak di industri kelapa sawit. Sejak dulu, mereka konsisten memberikan stimulan kepada petani untuk menjalankan pertanian berkelanjutan. Wujud nyatanya ialah pemberian premi sawit secara konsisten.

Berdiri pada 1979, Asian Agri didirikan oleh pengusaha Sukanto Tanoto sebagai bagian dari RGE. Mereka merupakan salah satu pemain penting dalam sektor kelapa sawit di Asia. Mengelola lahan perkebunan seluas 160 ribu hektare, Asian Agri mampu menggapai kapasitas produksi hingga satu juta ton per tahun.

Sebagai bagian dari Royal Golden Eagle, Asian Agri diwajibkan untuk ikut mengembangkan pihak-pihak di sekitarnya. Hal itu diwujudnya dengan cara menjalin kemitraan yang saling menguntungkan bersama para petani kelapa sawit.

Saat ini, 60 ribu hektare lahan perkebunan Asian Agri dikelola oleh para petani plasma. Berkat kemitraan ini, para petani menikmati dukungan maksimal dari unit bisnis RGE ini.

Pada awalnya, konsep pertanian kelapa sawit plasma inti merupakan gagasan dari pemerintah Indonesia pada era 1980-an. Mereka ingin perusahaan besar seperti Asian Agri menjadi induk yang membantu petani kecil dalam pertanian kelapa sawit.

Sebagai inti, Asian Agri memberikan beragam pendampingan kepada petani. Mereka mengajari cara perkebunan yang tepat. Selain itu, dukungan berupa penyediaan bibit, pupuk, hingga pestisida yang dibutuhkan petani juga dilakukan.

Asian Agri termasuk salah satu perintis konsep yang dinamai sebagai Perkebunan Inti Rakyat tersebut. Mereka telah memulainya sejak 1987 dan terus bertahan hingga kini.

Selain memberikan dukungan kepada petani dalam pertanian, pendampingan yang dijalankan Asian Agri dimaksudkan untuk menanamkan kesadaran terhadap kelestarian alam. Keberlanjutan merupakan bagian integral dari operasional semua pihak di bawah naungan Royal Golden Eagle.

Oleh Sukanto Tanoto, RGE diwajibkan untuk aktif menjaga keseimbangan iklim. Caranya ialah dengan melakukan berbagai upaya perlindungan alam dan menjalankan operasional yang berkelanjutan.

Oleh Asian Agri, arahan tersebut dijalankan dengan baik. Mereka mengajari petani dalam berkebun kelapa sawit ramah lingkungan. Selain demi menjaga kelestarian alam, hal ini ternyata penting bagi bisnis. Maklum saja, dunia internasional menginginkan produk kelapa sawit yang diproduksi secara bertanggung jawab. Tanpa hal tersebut, produk tidak akan diterima di pasar.

Sebagai wujud nyata, Asian Agri mendampingi para petani plasma untuk mendapatkan sertifikasi berkelanjutan seperti Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO), International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Berkat ini, hasil perkebunan para petani plasma Asian Agri bisa diterima di pasar internasional sehingga jaminan penghasilan yang sepadan.

Namun, keuntungan yang dinikmati oleh para petani kelapa sawit bukan hanya itu. Asian Agri masih memberikan bonus lain yang tak kalah menggiurkan. Hal tersebut adalah premi sawit yang konsisten mereka bagikan.

Secara umum, premi sawit merupakan upaya untuk memotivasi petani kelapa sawit menerapkan perkebunan yang berkelanjutan. Asian Agri membagikannya dalam bentuk dana yang bisa dipakai oleh para petani untuk kepentingan bersama.

“Setelah mengadopsi dan mengimplementasikan praktik berkelanjutan dalam perkebunan kelapa sawit, kami memperoleh insentif dari harga yang kami jual. Kami memberikan premi yang sebenarnya milik petani,” papar Director of Corporate Affairs Asian Agri Fadhil Hasan.

Dengan demikian bisa dibilang, premi sawit merupakan bentuk apresiasi Asian Agri kepada para petani kelapa sawit yang menjalankan perkebunan berkelanjutan. Setelah menerimanya, petani diharapkan terus mampu menjaga pengelolaan kebun yang ramah alam.

Manfaat Yang Dirasakan

pembagian premi minyak sawit
pembagian premi minyak sawit

Banyak petani yang merasakan manfaat premi sawit dari Asian Agri. Mereka ikut menikmatinya setelah unit bisnis dari Royal Golden Golden tersebut membagikannya ke koperasi yang menaungi.

Pengakuan positif dipaparkan oleh seorang petani plasma Asian Agri bernama Pawito Saring. Saat ini, ia memimpin Koperasi Mulus Rahayu di Kabupaten Siak, Riau.

Sejak 2013, Pawito bersama anggota koperasinya menikmati premi sawit dari Asian Agri. Sebagai contoh pada 2016 lalu, pihaknya memperoleh dana Rp619 juta dari unit bisnis yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas tersebut.

Tak heran, Pawito dan 350 orang anggota Koperasi Mulus Rahayu lain merasa senang. “Dana ini sangat berarti bagi Koperasi Unit Desa (KUD) kami. Ini dapat semakin membantu kami bertumbuh dan meningkatkan kesejahteraan anggota kami,” ujar Pawito.

Ia mengaku dana premi sawit akan dimanfaatkan secara maksimal untuk koperasinya. Pihaknya berencana untuk menyiapkannya sebagai dana dukungan pada masa peremajaan nanti. Selain itu, sebagian diakui Pawito akan dipakai untuk studi banding ke perkebunan lain untuk meningkatkan produksi.

Pawito dan Koperasi Mulus Rahayu bukan satu-satunya pihak yang merasakan premi sawit dari Asian Agri. Secara total pada tahun 2018, unit bisnis RGE tersebut membagikannya kepada 72 mitra koperasi yang ada di Provinsi Riau dan Jambi.

Asian Agri memberikan premi hingga Rp3,69 miliar. Dukungan premi sawit itu bisa menjangkau sekitar 30 ribu petani plasma.
Para petani bisa memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan bersama. Banyak di antara mereka yang menjadikannya sebagai dana untuk membangun infrastruktur yang mendukung perkebunannya. Contohnya adalah pembuatan jalan yang memudahkan akses pengangkutan hasil panen.

Asian Agri mulai melakukan pembagian premi sawit pada 2014. Hal itu mereka lakukan setelah hasil penjualan pada 2013. Sampai kini pun, mereka terus membagikannya kepada petani.

“Program kemitraan perusahaan dengan petani kecil diperlukan untuk membantu petani kecil dalam menghadapi tantangan, untuk memastikan penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan berkelanjutan, dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarga mereka,” kata Fadhil.

Tidak heran jika akhirnya Asian Agri mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang, mengapresiasi langkah unit bisnis RGE tersebut. Ia berkata, “Komitmen ini harus menjadi teladan bagi perusahaan lain.”

Lain lagi dengan pendapat Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Sadar bahwa industri kelapa sawit sangat penting bagi perekonomian rakyat, mereka sangat mengapresiasi dukungan Asian Agri kepada petani kecil.

“Penyerahan Premi Minyak Sawit Berkelanjutan merupakan contoh yang baik dari hubungan kemitraan antara perusahaan dengan mitranya. Dalam hal ini, Asian Agri menerapkannya kepada para petani binaan,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Ir. Agus Muharam, M.SP.

Sebagai bagian dari Royal Golden Eagle, Asian Agri memang diwajibkan untuk menjalankan prinsip kerja 5C. Di dalamnya terdapat kewajiban untuk berbuat yang baik untuk Community (masyarakat), Country (negara), Climate (iklim), Customer (pelanggan), dan Company (perusahaan).

Pemberian premi sawit merupakan wujud nyata penerapan filosofi bisnis 5C RGE. Dengan memberikannya, Asian Agri mampu mendorong petani untuk melindungi alam. Namun, bersamaan dengan itu, mereka juga memberi manfaat kepada pihak lain, yakni para petani kecil.