Tak Ada Laptop dan Komputer, Guru Ini Menggambar Microsoft Word Di Papan Tulis Demi Muridnya

Akoto, Guru IT di Ghana ini rela menggambar antaramuka Microsoft Word dengan sangat detail agar muridnya dapat mengikuti ujian.

62
views
akoto menggambar microsoft word di papan tulis dengan detail
akoto menggambar microsoft word di papan tulis dengan detail

Kreativitas pendidik atau guru untuk membagikan ilmunya kepada para murid memang sangat mutlak diperlukan, terlebih lagi jika alat sarana dan prasarana penunjang pendidikannya sangat terbatas.

Hal inilah yang terjadi di Ghana.

Demi untuk dapat membuat murid-muridnya mengerti Microsoft Word, seorang guru komputer bernama Richard Appiah Akoto yang mengajar di sekolah Betenase Municipal Assembly Junior High Ghana menggambar antarmuka Microsoft Word di papan tulis.

Gambar Akoto tersebut bukanlah sebuah gambar yang asal-asalan dan sederhana, tetapi Akoto menggambar antarmuka Microsoft Word tersebut dengan sangat detail dan rapi serta dilengkapi pula dengan keterangan-keterangan yang akan membuat murid-muridnya lebih paham. Bahkan, gambar Microsoft Word Akoto yang digambar oleh Akoto di papan tulis tersebut juga diberikan warna-warna yang menarik agar murid-murid yang diajarnya semakin paham.

Seusai menggambar Microsoft Word di papan tulis tersebut, Akoto pun kemudian mengunggah gambarnya di akun Facebook miliknya.

“I love ma students so have to do what will make them understand wat am teaching,” (Saya bahagia jika murid saya mengerti apa yang sudah saya ajarkan) tulis Akoto di akun Facebooknya.

Dan kemudian siapa sangka, postingan Akoto tersebut ternyata mendatangkan keajaiban bagi dirinya dan sekolahannya setelah postingan Facebooknya tersebut mendapatkan tanggapan cukup positif dari pengguna Facebook lainnya dan kemudian menjadi viral.

Microsoft pun pada akhirnya mengetahui usaha yang dilakukan oleh Guru IT bernama Akoto ini.

Dan seperti yang dilansir oleh CNN.com, sekolah Akoto pun kebanjiran donasi berupa komputer dan laptop.

Tak hanya berhenti di situ saja, Microsoft bahkan memberikan pelatihan secara gratis kepada Akoto melalui program Microsoft Educators Exchange di Singapura.
Raksasa teknologi tersebut juga berjanji untuk membekali Akoto dengan perangkat dari mitra bisnis dan juga akses ke Microsoft Certified Educator Program (MCE) untuk pengembangan profesional.

SMP Betenase Municipal Assembly tidak memiliki komputer sejak tahun 2011, dan para siswa Akoto harus lulus ujian nasional yang mencakup pertanyaan tentang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Ujian tertulis tersebut adalah syarat bagi anak-anak berusia 14 dan 15 tahun di Ghana untuk bisa masuk ke sekolah menengah atas.